Perang atau damai? pilihan yang menjadi perbincangan hangat belakangan ini terkait konflik Indonesia dengan negara tetangga yakni Malaysia. Terus terang, jika saya ditanya pilih perang atau damai, saya lebih memilih untuk menggunakan jawaban para Kaskuser, "nyimak dulu gan" hehehe.
Dahulu banyak yang menyerukan agar menghentikan peperangan antara Israel dan Palestina. Masyarakat merasa iba dengan korban2 peperangan dan berbondong-bondong memberikan bantuan baik berupa uang, pakaian, makanan, dan sebagainya. Sekarang, malah menyerukan untuk melakukan peperangan. Apakah kita ingin juga merasakan untuk dikasihani oleh negara lain????
Mungkin anda akan berkata, "ini ceritanya lain bung!!! kedaulatan kita telah di injak2, dihina, dan diremehkan". Mungkin ada benarnya, namun saya lebih memilih untuk memandang dari sisi yang lain.
Malaysia menganut sistem kerajaan sedangkan Indonesia menganut kerakyatan. Karena itu, mereka menganggap BABU itu adalah BUDAK sedangkan kita menganggapnya PEMBANTU. mungkin memang sudah sifatnya kalau mereka(Malaysia) merasa lebih tinggi dari kita(Indonesia). Namun jika kita mampu membuktikan kalau kita sejajar atau malah sebenarnya lebih tinggi, tentu keadaannya akan berbeda.
Saya lebih baik membalas sebuah perbuatan dengan perbuatan yang sama, cerita dibalas cerita,hukum dibalas hukum, dan perang dibalas perang. Ingat, alangkah baiknya jika bukan kita yang memulai perang, karena yang memulai adalah tersangka(pihak yang salah) dan yang membalas adalah korban(pihak yang benar).
Pemerintah harus bersikap tegas, tunjukkan kalau kita adalah negara yang terkenal dengan keramahan, namun memiliki harga diri yang tak bisa dibeli. Kita perlakukan siapapun dengan baik asalkan mereka datang dengan sopan. Kita bukan negara kuat, namun memiliki rakyat yang berani mati membela negri. Negara ini lahir dari perjuangan, bukan diberikan atau ditemukan.
Pic from : www.toonpool.com
Dahulu banyak yang menyerukan agar menghentikan peperangan antara Israel dan Palestina. Masyarakat merasa iba dengan korban2 peperangan dan berbondong-bondong memberikan bantuan baik berupa uang, pakaian, makanan, dan sebagainya. Sekarang, malah menyerukan untuk melakukan peperangan. Apakah kita ingin juga merasakan untuk dikasihani oleh negara lain????
Mungkin anda akan berkata, "ini ceritanya lain bung!!! kedaulatan kita telah di injak2, dihina, dan diremehkan". Mungkin ada benarnya, namun saya lebih memilih untuk memandang dari sisi yang lain.
Malaysia menganut sistem kerajaan sedangkan Indonesia menganut kerakyatan. Karena itu, mereka menganggap BABU itu adalah BUDAK sedangkan kita menganggapnya PEMBANTU. mungkin memang sudah sifatnya kalau mereka(Malaysia) merasa lebih tinggi dari kita(Indonesia). Namun jika kita mampu membuktikan kalau kita sejajar atau malah sebenarnya lebih tinggi, tentu keadaannya akan berbeda.
Saya lebih baik membalas sebuah perbuatan dengan perbuatan yang sama, cerita dibalas cerita,hukum dibalas hukum, dan perang dibalas perang. Ingat, alangkah baiknya jika bukan kita yang memulai perang, karena yang memulai adalah tersangka(pihak yang salah) dan yang membalas adalah korban(pihak yang benar).
Pemerintah harus bersikap tegas, tunjukkan kalau kita adalah negara yang terkenal dengan keramahan, namun memiliki harga diri yang tak bisa dibeli. Kita perlakukan siapapun dengan baik asalkan mereka datang dengan sopan. Kita bukan negara kuat, namun memiliki rakyat yang berani mati membela negri. Negara ini lahir dari perjuangan, bukan diberikan atau ditemukan.
Pic from : www.toonpool.com











Seorang teman bertanya kepada saya, gimana sih cara ninggiin badan?? buset, saya bukan ahli tubuh ato Dokter kale. saya dan adik kakak saya memang tergolong tinggi, yang tingginya standar sih cuma saya yakni sekitar 173cm. Bukan karena makanan dengan nutrisi yang baik atau olahraga teratur, namun memang sudah keturunan dari keluarga saya. Saya dari kecil jarang olahraga apalagi makan makanan 4 sehat 5 sempurna.
Lagu "Keong Racun" yang dinyanyikan oleh Lissa hingga saat ini masih menjadi top trend. Sebelumnya sih ga ngetop nih lagu, namun sejak munculnya video lips sing Sinta Jojo Keong Racun, lagu ini dikenal banyak orang hingga luar negri. Apa sih yang menarik dari video Sinta Jojo ini? yang pasti sih ga lucu2 amat, hanya saja dua cewek ini cukup cantik dan ga malu2 buat joget2 ria depan kamera. Setidaknya berita boomingnya Keong Racun Sinta Jojo ini lebih baik daripada berita "video porno Ariel-Luna Maya" atau "video porno Ariel-Cut Tari" yang merusak moral dan berita tentang "Kasus KD" yang ga penting.

