Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Saya ini Katro Perihal Kampanye, Pemilu, apalagi Politik

|

Saya ini Katro Perihal Kampanye, Pemilu, apalagi Politik -


Baca juga tulisan saya 5 tahun lalu:
http://www.myherro.com/2009/07/teriakan-jiwa-untuk-indonesia.html

Serius banget ini, saya beneran katro tentang KAMPANYE, PEMILU apalagi POLITIK.
Gak percaya kalo saya katro soal KAMPANYE? saya aja baru tau kalo KAMPANYE itu terbagi menjadi  KAMPANYE PUTIH dan KAMPANYE HITAM.
Gak percaya kalo saya katro soal PEMILU? saya udah umur 30 tahun gini 1x pun belum pernah nyoblos lho.
Gak percaya kalo saya katro soal POLITIK? saya aja baru baca (sebelum membuat artikel ini) di Wikipedia pengertian dari kata POLITIK. Saya tau nya kl politik itu ya bidang pekerjaan yang digeluti oleh orang2 yang bekerja di pemerintahan alias pejabat negara. hahahha.

Masih banyak lagi yang saya tidak mengerti, kata yang sedang populer saat ini seperti KOALISI, BLUSUKAN, PENCITRAAN, dll lah. Agak memalukan ya, seorang yang menempuh pendidikan hingga Sarjana tidak mengerti arti dari kata2 yang sangat trend tersebut, bahkan orang2 yang hanya tamatan SD saja bisa bicara panjang lebar bila menyangkut kata2 tersebut. Saat membaca di Wikipedia, saya malah dpt kata baru dari pernyataan Jimmy (Jimbo) Walles yakni Indoktrinasi. Apa pula itu?

"Maaf, kebiasaan tembak-tembakan keyword yang merupakan penyakit seorang Blogger. hahahaha"

Belakangan ini tumben2an jg saya sering membaca berita tentang calon Presiden kita yang tumben2an juga cuma ada 2 calon. Berawal dari 1 berita yang di share di facebook, akhirnya melanglang buana ke berita2 lainnya. Tanpa terasa bisa menghabiskan waktu berjam2 lho. Baca beritanya sih sekilas aja, yang seru baca komentar2 nya. wkwkwkwk.

Ribet sekali ya kalo ditelusuri persoalan yang menyangkut masa depan sebuah Negara.

Mungkin kemampuan otak saya dalam mencerna suatu pemikiran terlalu rendah dan sederhana.

Saya sangat salut dengan mereka2 ataupun anda2 yang dengan sangat yakin bisa menentukan pilihan siapa yang akan anda pilih saat Pemilu CaPres dan CaWaPres nanti.

Saya sangat kagum dengan mereka2 ataupun anda2 yang dengan sangat fanatik meng-agung-kan calon pilihan anda.

Saya sangat respect dengan mereka2 ataupun anda2 yang dengan giat mempromosikan calon pilihan anda.

Kenapa? karena saya tidak bisa seperti mereka2 ataupun anda2.
Saya belum bisa menentukan siapa yang akan saya pilih dari kedua calon yang ada saat ini. Bahkan saya tidak berminat untuk memilih diantara keduanya. Namun tak bisa saya pungkiri salah satu calon sedikit membuat saya tertarik karena agak unik. Mungkin juga saya akan Golput lagi. hahaha.

Sebenarnya mudah saja kriteria saya dlm memilih seorang pemimpin negara, "melakukan kampanye untuk "MEREALISASIKAN(sedikit) VISI ATAU MISI"/"MENJALANKAN SEDIKIT JANJI WALAUPUN BELUM TERPILIH", bukan kampanye untuk "MENGUMBAR VISI DAN MISI"/"MEMBERIKAN JANJI BILA NANTI TERPILIH" yang belum tentu akan atau bisa direalisasikan.

Memang sih, kampanye itu bertujuan untuk pengenalan calon, penonjolan ide calon, menarik simpati masyarakat dengan daftar panjang visi misi sang calon apabila terpilih, atau apalah yang berkaitan lainnya. Namun dimata saya yang bodoh dan katro ini, kampanye yang dilakukan oleh calon Presiden saat ini tak lebih dari menghambur-hamburkan uang saja. Tidak memiliki manfaat yang nyata kecuali untuk diri sendiri.

Topik sederhana yang pasti selalu diangkat oleh calon Presiden yakni "MEMBERANTAS KEMISKINAN", atau kalimat sejenis lainnya "MENINGKATKAN TARAF HIDUP RAKYAT KECIL", atau "MENINGKATKAN PENGHASILAN RAKYAT AGAR DAPAT HIDUP LAYAK", atau lainnya.

Namun yang saya lihat sang calon hanya mempertontonkan kemampuannya dalam menghamburkan uang untuk kampanye. Menghabiskan uang yang hanya bertujuan agar setiap warga negara mengingat nama sang calon Presiden dan memilihnya. Membuat iklan di media visual dengan harga yang mahal, atau reklame dan spanduk dimana2 yang nantinya hanya jadi sampah yang mengotori lingkungan.
Terus terang saya bilang lucu, tim sukses luar biasa rajin memasang reklame/baliho/spanduk dimana2, setelah pemilu selesai malah dinas kebersihan yang harus membersihkan sampah2 tersebut.

Bukankah banyak sekali cara yang lebih baik dan efektif?

Contoh sederhana saja, cukup alihkan sedikit dana kampanye yang tadinya untuk membuat 500 spanduk digunakan untuk membeli 500 batang bibit pohon. saya kira jumlah uang yang dikeluarkan hampir setara.
Calon Presiden memberikan penyuluhan akan bahaya gundulnya hutan, kemudian mengajak masyarakat bersama-sama menanam bibit pohon yang sudah dibeli tersebut. Dengan demikian, sang calon Presiden sudah menunjukkan dukungan terhadap GOGREEN.

Contoh lainnya, Alihkan dana kampanye untuk melakukan kunjungan ke berbagai kota besar di Indonesia menjadi kunjungan ke 1 desa tertinggal di pelosok Indonesia.
Gunakan sisa dana kampanye dari pengalihan dana tersebut untuk kemajuan desa tersebut, seperti membangun waduk untuk pengairan ke sawah-sawah penduduk.
Sang calon Presiden dapat melihat langsung permasalah yang dihadapi desa tertinggal secara langsung, seperti sulitnya transportasi atau susahnya untuk seorang petani mengembangkan potensi sawahnya karena tidak mampu membeli pupuk. Harga pupuk di kota misalkan Rp10.000, saat sampai di desa bisa seharga Rp50.000-Rp100.000 karena masalah transportasi tadi.

Bukankah contoh diatas seharusnya adalah infrastruktur yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu rakyat kecil? (ngomong2 saya juga ga gitu ngerti arti dari infrastruktur :p)

Bukankah aktivitas seperti contoh diatas bisa menjadi agenda calon Presiden untuk kedepannya dalam upaya "MEMBERANTAS KEMISKINAN" atau "MENINGKATKAN TARAF HIDUP RAKYAT KECIL"?

Saya rasa rakyat yang berpartisipasi akan sangat antusias, media massa pun akan dengan senang hati meliput kegiatan sang calon Presiden. Nilai + lagi nih, calon Presiden irit dana lagi karena tak perlu membuat iklan karena sudah diiklankan oleh media massa dengan sendirinya. hahahaha

Mungkin ruang lingkup kampanye sang calon Presiden menjadi jauh lebih kecil dikarenakan pengalokasian dana tersebut. Daerah yang dikunjungi pun akan jauh lebih sedikit.
Namun jangan remehkan efek dari kegiatan2 kecil tersebut. Kebaikan dan keikhlasan tersebut akan terbayar dengan sendirinya.
Satu media massa yang meliput kegiatan tersebut akan menjadi titik awal kampanye gratis untuk sang calon Presiden. Nama sang calon Presiden akan berkumandang hingga ke pelosok terpencil di Indonesia.

Bohong ah, tanpa uang mana bisa? 
Mungkin terlihat saya seperti omong besar, namun itu bukan tanpa dasar atau bohongan. Masalahnya saya bukan seorang pakar jadi tidak bisa menjelaskan :p.  Silahkan dishare tulisan ini hingga sampai pada para pakar. Kalau tulisan ini diulas oleh para pakar mungkin akan dipublikasikan jawabannya oleh mereka. hahahaha

Satu hal yang saya tidak tau, apakah kegiatan yang saya contohkan diatas bukan termasuk kegiatan kampanye dan melanggar peraturan Bawaslu? (saya males jg cari tau, yang tau silahkan dijawab :p)

Jika memang seorang calon Presiden benar-benar ingin menjalankan visi/misi nya dalam mensejahterakan rakyat, tak perlu untuk menunggu hingga terpilih menjadi seorang Presiden agar dapat menggunakan dana APBN untuk kepentingan rakyat.
Dana kampanye yang jumlahnya milyaran bahkan triliunan dapat sedikit dialokasikan atau digunakan untuk menjalankan visi/misi nya dalam skala kecil. Setelah terpilih maka akan lebih leluasa menjalankan visi/misi nya dalam skala besar karena didukung dana APBN.
Terlepas dari terpilih atau tidak nantinya, sang calon telah menjadi seorang pemimpin dihati rakyat yang berada dalam skala kecil tersebut.

Sakti juga saya, setelah pensiun bertahun-tahun menjadi seorang penulis bisa menulis artikel sepanjang ini. Well, tulisan diatas mungkin hanya curhatan saya saja, karena saya kesel udah belasan tahun tapi tak ada calon Presiden yang mau dipilih oleh saya yang katro dan bodoh ini. hahahaha

INGAT, SAYA BUKAN MENGAJAK ANDA2 YANG MEMBACA TULISAN INI UNTUK GOLPUT. PILIHLAH CALON PRESIDEN SESUAI DENGAN HATI NURANI ANDA SERTA CALON TERSEBUT ANDA ANGGAP BISA MEMBAWA PERUBAHAN, KEMAJUAN, DAN KESEJAHTERAAN UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA(TERMASUK SAYA :D).

58 komentar:

Post a Comment