Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Penyatuan Zona Waktu Indonesia

|

Penyatuan Zona Waktu Indonesia - Ide tentang penyatuan 3 zona waktu Indonesia yakni WIB, WITA, WIT menjadi 1 zona waktu berdasarkan WITA bikin heboh aje. Bahkan rencana kenaikan BBM tanggal 1 April nanti tertelan begitu saja. hahahaha.

Ide penyatuan zona waktu ini saya ketahui saat menonton berita beberapa hari lalu. Saya yang bodoh binti oon ini langsung tertarik. Katanya, dengan penyatuan zona waktu ini akan memberi banyak keuntungan dari segi ekonomi dan politik. Spekulasi nya dengan Zona waktu tunggal ini akan menambah transaksi perdagangan Rp500 miliar sehari.

"WOW, Hebat nih", kata saya dalam hati. Saya yang bodoh binti oon ini "Nggeh wae" kata orang Jawa. Maklum ga ngerti soal ekonomi dan politik. Namun setelah ide ini dikumandangkan, ternyata menuai begitu banyak pro-kontra. Menggelitik begitu banyak orang pintar(bukan dukun lho) untuk angkat bicara.

Apa yang dipermasalahkan?
1. Ada yang menganggap kalo ide ini merupakan pengalihan isu kenaikan harga BBM.
Kalo yang ini sih no comment deh, toh hasil akhir tetep akan di naikin. Saya sih pengennya diturunin. hahaha.

2. Tentang waktu Sholat.
Tentunya waktu sholat berbeda-beda untuk WIB, WITA, dan WIT. Menurut Menteri Agama Suryadharma Ali menjelaskan,

Penyatuan zona waktu juga dinilai tak akan mengganggu pelaksanaan salat lima waktu. Umat Islam mudah menyesuaikan sebab salat lima waktu patokannya matahari, bukan jarum jam.

Suryadharma menjelaskan, patokan waktu salat posisi matahari. Dia mengilustrasikan, saat ini, waktu subuh di Pulau Jawa sekitar pukul 05.00. Saat bersamaan, di Papua karena selisih dua jam, sudah pukul 07.00.

"Yang jadi patokan tetap posisi matahari, waktu Subuh itu saat fajar," kata dia. Jadi, "waktu salat menyesuaikan waktu setempat. (sumber)

Bila zona waktu disatukan, bukan masalah waktu sholatnya, tapi tentang waktu aktifitas dan istirahat karyawan/pekerja. Terutama hari Jumat dimana umat Islam akan menunaikan sholat jumat. Biasanya kita Istirahat jam kerja sekalian sholat jam 12-13. Tapi bila kita berpatokan pada waktu WITA, orang bagian bagian barat harus istirahat jam 13-14, dan bagian timur jam 11-12.

Yang saya tau sih, perusahaan tidak mau tau, jam istirahat adalah 12-13. Karena jam 11-12 dan 13-14 termasuk waktu produktif. Namun bila perusahaan tidak merasa terganggu dan karyawan menerima akan jam istirahat seperti itu, ya fine-fine aja.

3. Menentang hukum alam
Maksudnya tentang letak Geografis, serta jam biologis dan psikologis manusia.
Letak geografis Indonesia membentang 45 derajat bujur. Setiap 15 derajat adalah 1 jam, Bila menyamakan jarak 45 derajat bujur dengan 15 derajat bujur, terdengar sangat lucu kan :p.
Selain itu, tidak mudah untuk menyesuaikan kondisi tubuh. Terlebih lagi untuk anak2. Orang bagian barat biasanya bangun pukul 5 pagi, bila dilakukan penyatuan zona waktu, artinya diharuskan bangun pukul 4 pagi(WIB). Karena Jakarta macet, karyawan ada yang berangkat jam 6 pagi, bila zona waktu disatukan, maka karyawan berangkat jam 5 pagi(WIB). Masih gelap euy. hahahaha.

4. Apa lagi yah? tau dehh.....



Menurut Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Hatta Rajasa yang merupakan pencetus ide ini berpendapat bahwa Indonesia yang memiliki tiga zona waktu dinilai menghambat kenaikan produktivitas. Lha Amerika saja ada beberapa zona waktu dalam satu negara.

Entahlah, makin dipikirin malah tambah bingung. Saya tidak tau mana yang lebih baik, penyatuan zona waktu atau tetap seperti semua, 3 zona waktu. Karena saya ini Blogger yang bekerja tanpa terikat tempat dan waktu :p.

20 komentar:

Post a Comment