Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Hidup Tak Pernah Mengeluh

|

Hidup Tak Pernah Mengeluh - Apakah ada seseorang, yang dari kecil hingga umurnya sekarang, sama sekali tidak pernah mengeluh akan hidupnya? entahlah, dibilang ada juga riskan, dibilang tidak ada juga belum tentu. Jawaban paling realistis mungkin begini,

Selama seseorang mengenal keduniawian, maka ia pasti adalah orang yang pernah mengeluhkan akan hidupnya.


Karena saya ini orang yang mikirnya ribet, jadi terlintas sebuah pertanyaan dipikiran saya saat akan menulis tentang artikel ini.
Apa sih deskripsi dari kata "HIDUP" itu sendiri?

Saya mulai mengkerutkan dahi karena pertanyaan tersebut. Ya, apa deskripsi/pengertian secara tertulis dari kata "HIDUP"? Banyak yang menulis ataupun berkata seperti ini,
Hidup adalah perjalanan dari lahir hingga mati.
Hidup adalah sesuatu yang bernyawa.
Hidup adalah bernafas.

Jika demikian, maka Hidup itu merupakan sebuah kata yang menggambarkan sesuatu yang dimulai dari "sejak ada" dimana telah memiliki nyawa dan bernafas hingga "sejak tiada".

Hidup hanyalah istilah kata bukan? lalu mengapa orang-orang selalu mengeluh dengan hidupnya? Seperti ini,
Hidupku membosankan.
Hidupku selalu sial.
Hidupku tidak bahagia.
Hidupku miskin.
Hidupku bergelimangan harta tapi tak bahagia.
Hidupku tak berguna.
dll.


Hidup bukanlah sesuatu yang selalu membawa Anda, tapi Anda adalah sesuatu yang selalu membawa Hidup.
Hidup itu layaknya titipan buku Diary dari Tuhan, yang anda tulis dengan tinta permanent sejak lahir hingga meninggal. Tidak dapat dihapus atau diubah namun diijinkan untuk melakukan revisi.

Adalah salah bila anda menyalahkan hidup, adalah bodoh jika anda mengeluh pada hidup. Hidup adalah goresan tangan anda, terserah kemauan anda untuk menggores dengan hal baik atau hal buruk. Hidup anda tidak akan tergores dengan sendirinya selain oleh anda sendiri.

So, Jangan pernah mengeluh pada hidup anda, sejelek/seburuk/sebodoh/sejahat/separah/sehina nya hidup yang anda goreskan, karena hidup tidak dapat mengeluh pada anda. Ya, hidup tak pernah mengeluh, Hidup selalu setia menemani anda hingga anda membaca tulisan ini.

Hargailah Hidup, selama Hidup masih setia menemani anda, selama Yang Maha Kuasa belum mengambil kembali buku Diary yang dititipkan pada anda, selama itu pula anda bisa terus membuat goresan baru untuk me-revisi apa yang salah dari goresan anda sebelumnya.

9 komentar:

Post a Comment