Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Keegoisan Manusia

|

Keegoisan Manusia - Ada ga sih manusia yang gak egois? mungkin ada, tapi mungkin lebih tepat kalau dijawab "hampir tidak ada". Agan2 semua pasti pernah membaca atau mendengar kalau "Egois" itu adalah sifat dasar semua manusia. Setiap manusia pasti ingin kalau kemauanya itu selalu tercapai, selalu mementingkan diri sendiri, mau enaknya sendiri. Tul ga? hahaha.

Keegoisan ada karena manusia itu diciptakan mempunyai hawa nafsu dan karna itu pula kita para manusia memang tidak pernah puas dgn apa yg sudah kita punya sekarang(baca artikel "Manusia Tidak Pernah Puas"). Manusia yang egois biasanya tidak disukai bahkan dibenci oleh manusia lainnya. Kenapa bisa begitu? menurut saya sih karena tingkat keegoisan si korban lebih rendah dari keegoisan pelakunya. hahaha.

Dulu saya pernah diajarkan oleh seseorang tentang keegoisan manusia. Gini nih ajarannya,

Dalam Islam, sifat dasar manusia adalah "fitrah" atau suci, karena manusia dilahirkan ibarat kertas putih, tergantung dari lingkungan yang akan meng hitam putih kan manusia itu.

Sifat egois itu adalah fitrah manusia, karena itu orang2 yang tidak egois(atau lebih tepat orang2 yang mampu mengendalikan sifat egoisnya) adalah orang2 istimewa.
Kalau anda ingin dihormati, hormatilah diri anda, oleh anda sendiri, dengan cara penampilan yang baik, bicara sedikit tapi meyakinkan, jangan pernah menyalahkan orang lain, apalagi Tuhan, karena segala sesuatu yang terjadi pada anda adalah akibat dari perilaku anda. Yang harus diperbuat adalah introspeksi diri.

Ya begitulah, dalam suatu masalah kita akan selalu mengkambing-hitamkan orang lain tanpa introspeksi diri terlebih dahulu(silahkan baca Artikel "Ketika Hidup Jadi Bermakna").

Saya pernah membaca tulisan seperti ini:
Dipandang sebagai makhluk egois tentu bukan hal yang menyenangkan. Egois, dalam pandangan masyarakat sering diartikan sebagai sifat yang ingin menang sendiri dan dinilai negatif.

Hampir semua orang akan mendeskripsikan keegoisan seperti kalimat diatas. Jika dipandang seperti kalimat diatas, maka semua manusia adalah orang bernilai negatif dan ingin menang sendiri. Tak peduli seberapa baik dan sabar seseorang, karena sifat egois itu sendiri sudah ada sejak kita lahir. Apakah anda ingin di cap sebagai orang yang egois? tentu tidak mau bukan :). Karena itu, sebenarnya kita bisa mendeskripsikan keegoisan dengan lebih baik.

Saya juga manusia yang egois lho, juga sering membuat orang lain tersakiti dan terbebani. Korban pertama dari keegoisan manusia adalah orang tua dari manusia itu sendiri.
Coba deh pikirin, sejak lahir kita udah egois lho, kl lapar langsung nangis sekencang2nya agar segera diberi makan, dan sebagainya. Secara umum alias tidak semuanya alias sebagian besar :P, seorang Ibu tidak pernah mengeluh dalam mengasuh dan memberikan apapun kepada kita yang penuh keegoisan, seorang ayah tidak pernah merasa terbebankan dan terus berusaha sebisanya untuk mencari nafkah agar semua kebutuhan keluarganya terpenuhi.

Egoisme itu adalah anugerah dari Tuhan yang sudah kita dapat sejak lahir. Dalam taraf wajar, egoisme adalah spontanitas utk menghargai dan mempertahankan kepentingan diri sendiri. jadi setiap manusia memang sdh lengket dengan keegoisannya masing2, hanya saja dgn kadar yg dah pasti berbeda-beda antar individu2.

Jadi, jangan langsung mencitrakan egoisme menjadi sesuatu hal yg negatif. Egoisme memiliki sisi positif dan sisi negatif. Egoisme bisa dianggap negatif bila kadar keegoisan sudah overdosis dan bisa berakibat jelek bagi diri sendiri, maupun lingkungan di sekitarnya. Sebaliknya, tanpa keegoisan, manusia tidak bisa survive dalam menjalani kehidupan yang keras dan penuh persaingan.

Akal pikiran juga merupakan anugerah bagi kita, manfaatkanlah akal pikiran tersebut mengontrol keegoisan kita agar bisa berjalan proporsional dan sehat serta tidak menyakiti orang lain.

Dengan kata lain, manusia yang tidak egois adalah manusia yang bisa menggunakan akal pikirannya supaya menempatkan keegoisan dirinya menjadi suatu kewajaran dimata masyarakat :).


Weleh, ga terasa nulis panjang lebar gini, artikel ini bisa bikin arti keegoisan tambah gelap ato tambah terang yah? saya aja bingung, apalagi anda. wkwkwk

5 komentar:

Post a Comment