Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Teriakan Jiwa Untuk Indonesia

|

Teriakan Jiwa Untuk Indonesia - bendera Pictures, Images and PhotosDalam hitungan jam Pemilu akan berlangsung, bagaimana kawan? sudahkah menetapkan pilihanmu? tentu sudah semua yah :). Semoga pemilu akan berlangsung dengan damai dan yang terbaiklah yang menang. Saya hanya merasa Indonesia semakin lama semakin redup, menjauhi cahaya dunia. Ya, menjauhi bukannya dijauhi. Bahkan tak satupun calon pemimpin bangsa ini yang sanggup memberi desiran angin untuk kulit apalagi menggetarkan jiwa yang hampa ini.

Saya hanya berharap tidak ada yang mempunyai cara berpikir yang sama dengan saya. Sebuah sistem berpikir yang mengesampingkan semua harapan yang ada. Ya, tanpa berharap dan berpikir dengan 100% logika. Cara berpikir yang berada diluar kewajaran, cara berpikir yang terus mencari titik kelemahan fatal. Entah kenapa manusia senang diberi harapan2 indah. Tentu saya juga senang dengan harapan atau berharap sesuatu. Tapi hanya harapan yang memiliki probabilitas atau kemungkinan untuk terwujud. Selebihnya tidak, pengalaman hidup mengajarkan saya untuk tidak lagi berharap lebih, lebih baik harapan itu dijadikan mimpi yang indah saat tidur dan hilang saat terbangun.

Saya hanya merasa kecewa dan termenung, bagaimana harus menentukan pilihan dimana pilihan yang ada tidak satupun yang ingin saya pilih. Lelah menunggu sebuah ungkapan akan ide yang masuk akal hingga saya bisa berkata, "inilah pilihan yang harus saya ambil". Namun hingga waktu berakhir, semua hanya berjuang untuk mencari simpati. Layaknya pengemis yang meminta2 dan tukang obat pasar yang hanya berkoar2.

Hidup tanpa harus berharap mungkin sebuah pilihan yang salah, orang hebat bilang "hidup tanpa obsesi", hidup yang mencerminkan sebuah kemiskinan. Mungkin orang2 seperti saya ini harus diberantas, karena memberantas kemiskinan adalah program kerja yang sedang hangat untuk diangkat oleh semua calon pemimpin bangsa. Berbagai cara dijabarkan dengan jelas dan terbuka. Entah kenapa saya malah berpikir kalau cara2 yang diungkapkan tersebut hanyalah cara2 dengan pemikiran yang terlalu pendek.

Entahlah, jiwa ini terus berteriak dan hati ini terus berkecamuk melihat bangsa ini. Dahulu saya diajarkan bahwa bangsa ini menganut paham Republik dan Demokrasi, pemerintah berikut jaringannya ada demi kepentingan masyarakat dan dibebaskan untuk memberikan pendapat. Intinya masyarakatlah yang utama. Lahir berbagai peraturan hukum demi menata hidup masyarakat agar lebih baik dan seimbang. Benarkah kenyataannya begitu? yang terlihat dimata saya bangsa ini lebih menekankan pada tingkat derajat dan martabat.

Jaringan pemerintahan layaknya kerajaan yang bebas memberi perintah pada rakyatnya. Terlebih lagi terhadap rakyat dengan derajat hidup sangat rendah, seperti saya yang dibentak dan ditilang polantas karena tidak menggunakan helm dan mengendarai motor ugal2an(ini wajar sih :p), dilain waktu malah saya melihat tentara dengan seragam lengkap beserta senapan laras panjang berboncengan tanpa helm dengan santai dijalanan padat dan dengan angkuhnya membentak pengendara lain yang menghalangin jalannya dan polantaspun memberi hormat bukan memberi surat tilang, atau lihatlah cerita nyata "Pemulung Supriono Naik KRL Untuk Mengubur Anaknya" dan masih ada jutaan cerita lainnya. Sebenarnya arti Republik dan Demokrasi itu apa? apakah mempunyai arti yang merata untuk seluruh masyarakat? atau hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah keatas dan yang memiliki nama resmi saja.

Saya hanya bisa terus menunggu, menunggu calon pemimpin bangsa yang sejati. Calon pemimpin yang tidak menjatuhkan calon lainnya. Calon pemimpin tidak berbelit2 yang bisa berkata 1 adalah 1, bukan berkata 1 adalah 2 ditambah 10 dibagi 6 dikurangi 2 sama dengan 1 jika tidak ditambah/kurang/bagi/kali lagi(benar tetap benar, salah tetap salah).

Tidak mengagung-agungkan suatu daerah tertentu, penggunaan bahasa tertentu, mayorisasi agama, ataupun mentargetkan kalangan masyarakat tertentu dalam kampanyenya.

Seorang pemimpin yang bisa dengan tegas menentukan start awalnya dalam membangun bangsa. Bukan dengan bantuan materi untuk kalangan miskin, bukan dengan bantuan materi untuk kalangan kelautan dan perkebunan, bukan dengan bantuan materi untuk perkembangan kalangan para pemuda, karena semua itu hanya akan menimbulkan kecemburuan antar kalangan.

Pemimpin yang menegaskan bahwa Indonesia itu satu yang bermula dari Sabang hingga Marauke. Merencanakan untuk membangun bangsa ini (hanya contoh) dimulai dari Sabang hingga akhirnya di Marauke secara bertahap menyisir setiap daerah agar bisa mandiri.

Pemimpin yang berteriak dengan lantang, bahwa perencanaan tersebut bermula dari Sabang bukan berarti lebih penting, tetapi demi keteraturan perencanaan dan kepastian dalam pembangunan hingga akhirnya setelah sampai di Marauke dan Indonesia akan total mandiri secara keseluruhan.

Pemimpin yang memiliki karisma nasionalis yang besar untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia mempersiapkan mental dalam menunggu kemandirian total yang mungkin saja terjadi 100 tahun lagi.

Pemimpin yang bisa mewariskan perjuangannya jika tiba hayatnya, bukan pemimpin yang berhenti ditengah jalan jika gagal.

Apakah ada seorang pemimpin seperti yang tersebut diatas? ADA, dialah SOEKARNO, presiden pertama kita.

4 komentar:

Post a Comment