Masa Orientasi Siswa, Perlukah? - Masa Orientasi Siswa atau MOS adalah masa perkenalan untuk siswa baru SMP, SMA/SMK, hingga bangku kuliah. Kapan yah MOS yang lebih top disebut Ospek ini dimulai? ada yang tau ga? hehehe. Tujuan MOS ini sebenarnya adalah sebagai perkenalan bagi siswa2 baru dengan lingkungan baru pula. Selain itu untuk mencairkan rasa canggung antara junior dengan senior. Namun saat ini dibeberapa sekolah atau Universitas, MOS malah memiliki arti yang salah. MOS diartikan sebagai ajang balas dendam para Senior atau apa yang dialaminya dulu kepada para Juniornya. weleh2. Hampir setiap tahun belakangan ini tersiar kabar kematian dikarenakan kekerasan fisik yang terjadi saat MOS. Lalu, perlukah adanya MOS?
Perlu atau tidaknya MOS kembali lagi pada tujuannya. Jika hanya untuk balas membalas dalam mengerjai dan menyiksa Junior ya mendingan ga perlu. Jika melihat dari pengalaman MOS yang pernah saya rasakan, maka saya akan mengatakan bahwa MOS itu perlu. Saya lulusan SMK Teknik (dulu STM), dan kuliah pun Teknik pula. Tau sendirikan, bagaimana tingginya tingkat kebringasan dalam mengenyam pendidikan dunia Teknik. Tapi bagi saya biasa saja karena mungkin saya sudah terbiasa hidup keras(bukan berarti hidup dalam kekerasan lho!!!), tapi bagi orang2 yang dari kecil sehari2nya lebih banyak dirumah atau mengenyam pergaulan dan bermain permainan yang SAFETY, tentu nyalinya akan ciut, atau lebih parah malah lepas kontrol dan lebih beringas. Entahlah, anda2 tentu lebih tau.
Ok, saya akan mengisahkan sedikit pengalaman saya tentang MOS. Saat di SMK sepertinya tidak perlu saya ungkit, karena memang biasa saja dan tidak ada pengalaman berharga, seru ataupun mengerikan. Dengan kata lain HAMBAR. Berbeda dengan saat masuk Kuliah, masa orientasinya sih biasa saja, namun ada satu lagi yang disebut Masa Inagurasi. Inagurasi Mahasiswa dilaksanakan diluar lingkungan Kampus, setiap tahun biasanya berbeda lokasi(saya dulu di Puncak, Bogor).
Masa Inagurasi Mahasiswa, Berada diluar lingkungan kampus dengan para senior dengan hanya ditemani 2-5 Dosen pembimbing/penanggung jawab namun memberi kebebasan selama tidak melanggar hukum. Berada dilingkungan yang lebih bebas dalam melakukan apa saja. Apa yang akan anda pikirkan?? Dikerjai habis2an?? Dibentak habis2an? Dihina habis2an?? dll. Ya, semuanya benar, namun tidak ada secuil pun terjadi kontak fisik. Tepat seperti yang diteriakkan oleh salah satu senior(sekarang alumni) saat tiba ditujuan. Mau tau apa yang diteriakkan??
wakkakaka. Yup, benar2 seperti dineraka, hanya bedanya nggak ada kontak fisik. yang ada malah kontak fisik antar Junior. Hal yang paling parah adalah kami(para junior/mahasiswa baru) disuruh guling2an ditanah sambil telanjang dan disuruh saling tampar. Emang edan dan maniak semua tuh para senior. wakakaka. Lho, kok malah tertawa bukannya marah2 dan maki2. Ya begitulah, karena memang 2 hal edan tersebut sangat berguna saat berada dalam keadaan dan lingkungan saat itu. Tapi mungkin ada juga beberapa junior yang menyadari kegunaannya.
Saya rasa cukup sampai disitu saja ceritanya :p. Saya tidak akan menceritakannya secara lengkap seluruh proses Inagurasi selama 2 hari tersebut. Karena itu rahasia dunk, kalo diceritain nanti akan menghilangkan kesannya, kan tidak menutup kemungkinan yang membaca tulisan ini adalah calon2 mahasiswa baru :p. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan dihati. Pengalaman yang tak pernah bosan untuk diceritakan. Pengalaman yang benar2 mengajarkan saya tentang pertemanan, persahabatan, mentalitas diri, meningkatkan kedewasaan pikiran dan yang terpenting secara tidak langsung keseluruhan proses Inagurasi tersebut benar2 mengatakan bahwa junior dan senior itu sama saja, sama2 mahasiswa dalam lingkungan yang sama.
Ya begitulah. Setelah itu saya mulai mengenal banyak senior dan juga alumni, bercanda, nongkrong bareng, berdiskusi, dll bersama senior dan alumni hingga sekarang. Senior adalah orang2 yang tepat untuk dicecar dengan pertanyaan seperti karakter2 Dosen, meminta pendapat, dll karena mereka memang lebih tau dan bisa saya bilang banyak diantara mereka yang hebat dalam berorganisasi.
Masa Inagurasi angkatan saya (thn 2004) adalah Inagurasi yang terakhir kalinya. Karena memang setelah itu kegiatan menyangkut ospek sudah dipermasalahkan. Memang sih setiap tahunnya masih diadakan, namun itu bukanlah Inagurasi sebenarnya. Bayangkan, hanya 1 saja wajah mahasiswa2 angkatan 2008 yang saya tau, padahal udah 1 thn kuliah. Mungkin karena saya yang jarang dikampus, tapi kok teman2 saya yg lain saat saya tanya juga mengalami hal serupa dan hanya beberapa teman yang tau agak banyak karena memang mereka asisten dosen. Bahkan organisasi2 kemahasiswaan sekarang malah bisa dibilang tidak berguna alias ada atau tidak ada juga sama saja.
Mungkin masanya sudah beda sekarang. Kepentingan pribadi lebih diutamakan. Teman makan teman juga dijalankan. Seberapa perlukah MOS saat ini??



wakh kayaknya kudu bin harus ada nyang kayak gitu kang, soalnya kenangan yang terindah selalu ada pada acara ntuh kang
MOS tidak masalah dilaksanakan asalkan masih dalam batas kewajaran dan tidak menyepelehkan Hak Asasi Manusia (HAM)
setuju sama komen atas ku..:D
Wah, STM trus kuliah juga Teknik pasti ketemunya cowok melulu. Paling ada ceweknya juga 1 atau 2 saja. Nah, saya ngebayangin pas guling2 telanjang, 'kalo ada' yang cewek gimana tuh he..he.
Menurut saya sih, MOS itu penting banget, terutama buat mahasiswa, karena siswa or mahasiswa baru biasanya sebagian besar masih bingung musti ngapain pas sekolah or kuliah. Penjelasan jurusan misalnya, banyak loh mahasiswa baru yang g tau jurusan yang dia ambil itu membahas tentang apa, terus materi yang dipelajari apa aja, dst. Intinya MOS itu penting, tapi tidak dengan kekerasan (walaupun sebagian juga menikmati :)).
saya nda dpt sekejem itu sampe tampar2an :D
ketawa ngikik mbaca komennya kang seno utk anak STM :D
untung dl SMA br masuk kuliah di teknik.. heheheh
Tiadakan MOS..
mebtuklah mereka dg cara yg lebih baek.. :D
Sebenarnya yang sy pikikan pemberian MOS yg keras itu penting asal jgn sampai terjadi yang namanya bullying pd para dd klas.
Di sinilah dimana faktor penggodokan mental penting. Sebelumnya penggodokan mental harus dipisahkan dari apa yang namanya perponcloan. Dalam penggodokan mental sang siswa tetap akan diberikan cara yang keras (Tanpa pemukulan). Tetapi maki2an dgn kata2 kotor sangatlah dilarang disini, Palagi pemukulan. MOS ini juga harus ditinjau lagi oleh para psikolog. Disini Mereka yg benar dibenarkan yg salah disalahkan. Sebelum para panitia MOS melakukan hal ini harus dilakukan yang namanya Re-orientation. Di sini para panitia akan melakukan adegan MOS ulang (dengan skenario) dan mengkaji lagi perasaan dan kondisi psikologis mereka. Ini dilakukan agar para yunior tidak terkena after effect trauma dari MOS, tetapi lebh kepada merefleksikan kekurangan diri sebelum MOS. Karena itu penanaman nilai itu penting dengan kesadaran sang murid.
Sedangkan perponcloan sangatlah berbeda. Tugas yang sangat berat, prinsip bahwa semua yang dikatakan yunior salah, Tidak meninjau kembali after effect dari MOS, dan sikap yang berlebihan dari MOS adalah hal yang salah. Inilah yang membedakan penggodokan mental dan Perponcloan.
Sedangkan tujuan MOS adalah penanaman nilai2 kedewasaan pada anak2 SMP yg menuju masa transisi SMA. Bukan ajang menunjukkan kejagoan kk2 kelas. Membuat mereka takut dengan senior mereka! inilah yang salah.
kalo menurut saya sih mos itu perlu asal jangan ada kekerasan di dalamnya..
sebenernya tujuan mos yang asli kan hanya mengenalkan siswa baru kepada lingkungan baru yaitu lingkungan sekolah, nggak perlulah ada bentak2kan, hina2an, apalagi kekerasan. iah kalo memang salah iah bolehlah dimarahi tapi dimarahinya yang mendidik jangan asal marah2 aja
mungkin itu sedikit pendapat dari saya Terima kasih dan sukses slalu :)