Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Pemilu Indonesia 2009 : Kisah Dibalik Layar

|

Pemilu Indonesia 2009 : Kisah Dibalik Layar - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang telah diteriakkan sebelum dilangsungkannya pemilu agak sukses walaupun banyak kekisruhan kecil. Tapi bagaimana keadaan setelah Pemilu yang diadakan tanggal 9 April 2009 selesai? jawabannya benar2 kisruh. Berikut beberapa rangkuman kisah dibalik layar dari berita-berita hangat yang sedang beredar dan saya dengar, saya tonton, ataupun saya baca.

  • Di Bali, seorang caleg wanita meninggal mendadak setelah mengetahui hasil penghitungan suara. Caleg ini kabarnya sudah mengeluarkan uang Rp50 juta untuk kampanye. Caleg lain juga ada yang dikabarkan gantung diri karena kalah suara dan malu karena sudah mengeluarkan banyak uang.

  • Tindakan anarkis dilakukan seorang pria warga Kelurahan Semampir Kota Kediri. Gara-gara namanya tidak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Legislatif 2009, Pria ini menghajar Ketua KPPS dengan keras di bagian belakang kepala saat sedang melakukan tugas di TPS

  • Takut Gila, Caleg Periksakan Diri ke RSJ. Caleg ini mengaku untuk kampanye ini dirinya sudah mengeluarkan biaya sekira Rp500 juta.

  • Ketua KPPS disalah satu kecamatan medan tinggalkan tugas demi Pacaran. Gimana tuh sodara-sodara? :D

  • Banyak calon anggota DPR dan DPRD di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai stres setelah mengetahui tidak terpilih dalam pemilu legislatif. Padahal, puluhan bahkan ratusan juta rupiah sudah dikeluarkan untuk kegiatan sosialisasi maupun pengadaan atribut pada masa kampanye. Seorang caleg yang mengaku telah menggadaikan rumah pribadinya mengancam akan mendatangi tim suksesnya untuk meminta kembali sejumlah uang yang telah diberikan. Caleg DPRD Kota Kupang lainnya yang menetap di Kelurahan Oebobo, justru memilih untuk menutup sumur pribadi di pekarangan rumahnya dan melanggar warga sekitar untuk tidak mengambil air. Ada juga caleg yang mulai menyendiri dan berjalan keliling kota Kupang, menggunakan celana pendek, sambil berbicara sendiri.

  • Warga tuntut upah mencontreng yang dijanjikan oleh caleg. Yang saya tau ada 2 kasus. Pertama di kawasan Semarang, warga berdemo ria menuntut upah sebesar Rp25 ribu yang dijanjikan untuk mencontreng nama seorang caleg. Kasus kedua di kawasan Surabaya dengan upah Rp100 ribu, tapi hingga saat ini hanya dibayar setengahnya.


Diatas hanya sebagian kecil berita-berita KISRUH yang beredar. Masih banyak lagi berita lain yang lebih dasyat. weleh weleh. Segitu menariknya untuk menjadi seorang anggota legislatif hingga rela berkorban harta dan nyawa.

Saya berpikir dengan otak yang kurang sehat ini. Seandainya saya yang menjadi caleg yang harus mengeluarkan biaya yang sangat besar(ukuran saya lho), cuma ada 2 tujuan saja saat maju untuk mencalonkan diri.

1. Berambisi memajukan kondisi daerah dan kalo bisa negara ini.
2. Lahan basah dunk. Wong kesempatan menimbun harta terbuka lebar jika menjadi anggota legislatif.

Kedua tujuan diatas tentu mengundang ambisi yang sangat besar. Biaya yang sangat besar tentu harus dihidangkan demi ambisi tersebut. Jika saya mengacu pada ambisi ke-1, jika kalah tentu akan tetap tegar. Terasa sesak di dada itu sudah pasti, namun akan muncul pikiran lain yang akan membuat lega seperti "Mungkin saya yang belum pantas, dan semoga caleg yang terpilih adalah orang yang tepat". Tapi jika mengacu pada ambisi ke-2, ya jelas kalau kalah saya akan stres, gila, bahkan bunuh diri. Gimana enggak, semua harta, bini, anak, hingga cucu rela dikorbankan demi ambisi ini.

Itu hanya pemikiran dari otak saya yang udah rusak ini lho. wekekeke. Kenyataannya saya juga tidak tertarik sama sekali untuk menjadi anggota legislatif. Semoga semua caleg yang terpilih bukan sekedar caleg-caleg an, tetapi caleg-caleg yang memang mampu untuk membangun dan memajukan negara tercinta ini.

6 komentar:

  • mantan "PK" at April 15, 2009 at 2:18 AM :

    masih ada lagi bang..fanatik sebuah partai gila mendadak karena partainya tidak masuk nominasi dan ini saya baca di koran jawapos...

  • Cebong Ipiet at April 15, 2009 at 4:50 AM :

    duit segitu dibeliin domain dapet berapa ton yak

  • Syahuri at April 15, 2009 at 5:27 AM :

    Hmm, aku juga ga tertarik jd anggota dewan... lbh asik ngeblog... hahaha

  • Seno at April 15, 2009 at 9:31 AM :

    Iya Kang, di Solo sudah disiapkan rumah sakit jiwa khusus caleg tidak terpilih. Dah sengat mencengangkan ada 200 orang sudah yang menjadi pasien. Di Grogol, sudah 150 caleg yang periksa kejiwaan. Di Cirebon pengobatan alternatif yang khusus menangani orang tidak waras juga ramai di datengin caleg yang tidak terpilih.

    Katanya mereka menjadi bertingkah aneh karena merasa dijauhi oleh pendukungnya, kehilangan harta yang sangat banyak dan juga mental yang tidak siap menerima kekalahan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bila orang-orang ini terpilih. Saya juga tidak terlalu yakin dengan para caleg terpilih, apakah mereka juga akan gila jika tidak terpilih.

    Aneh lagi sekarang para petinggi partai yang tidak mendapat banyak suara bersatu mau menuntut KPU dan Pemerintah karena menurut mereka banyak pelanggaran dalam proses kampanye damai pemilu Indonesia 2009 ini, padahal justru kalau saya memperhatikan pada masa-masa kampanye, partai mereka juga banyak melakukan pelanggaran. Ah... politik memang kejam, sangat kejam.

  • gdenarayana at April 15, 2009 at 6:14 PM :

    wkwkwkwk, kelakuan caleg emang nganeh - nganehin bro, soale semua pada sibuk utk bekerja keras, ealahhhh caleg ntuh saenaknya maen sogok. pas kalah suara jadi modar dan putus asa karena terlampau kebanyakan dana mengucur...hihihi

    kayane hukum sebab akibat mulai berjalan sekarang ini :)

    ngeblog aja bro kita cari duit :D

  • subagya at April 16, 2009 at 12:10 AM :

    wah.. wah wah... makin edaaaan..... pusing lihat berita mending bekerja... xixixxixi

Post a Comment