Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Ketika Hidup Jadi Bermakna

|

Ketika Hidup Jadi Bermakna - PhotobucketHidup itu dilematis(apa artinya tuh? ga ngerti saya :D). Ketika mendapat terpaan masalah maka hidup akan terombang - ambing tak tentu arah. Setiap kali mendapat derita, manusia akan berpikir kenapa harus mengalami derita seperti itu dan akan mulai untuk mencari - cari sebuah sumber untuk dituntut sebagai biang kesalahan. Yup, manusia tidak pernah mau untuk langsung intropeksi diri atau memusatkan kesalahan pada diri sendiri. Menyalahkan sesuatu diluar diri sendiri sudah merupakan sifat yang alami.

Bagaimana jika tidak menemukan biang kesalahan itu? tentu kita akan mulai menyalahkan diri sendiri bukan. Atau secara dilematisnya begini :

"Seseorang diterpa suatu masalah. Kemudian dia akan mengumpulkan semua kemungkinan2 yang akan dijadikan sebagai terdakwa atas masalah yang dihadapinya. Tentunya suatu kemungkinan tidak dapat dijadikan sebagai acuan tetap, melainkan acuan sementara. Untuk memastikan, seseorang itu tentu akan menyelidiki segala sesuatunya yang berhubungan dengan kemungkinan itu. Setelah diselidiki, diteliti, dipahami, dirasakan, dicium, dibelai, diraba(hayah) semua kemungkinan itu malah berbalik pada seseorang itu sendiri. nah loe :D. Tentunya derita akan semakin dalam bukan, dan menempatkan seseorang itu berada pada keterpurukkan."

Begitulah dilema kehidupan. Kadang apa yang kita percayai bisa saja salah dan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Saat merasa terpuruk, siapapun tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Ada yang semakin jauh terperosok, ada yang mengambang seperti orang hilang ingatan, dan tentunya juga ada yang berhasil keluar dari keterpurukan itu dan memahami kesalahannya. Saat seseorang bisa mengetahui, menerima, dan memahami kesalahannya, disaat itulah seseorang akan menemukan sebuah pelajaran berharga untuk menunjang hidupnya menjadi lebih bermakna. Ketika hidup jadi bermakna, tentu hidup menjadi lebih indah. Bak sinar mentari pagi yang menyinari dunia ini sekaligus menandakan bahwa hidup akan dimulai kembali hari ini. Seperti yang sering diucapkan oleh Ibuku, "AWALI PAGIMU DENGAN SENYUMAN, MAKA HARIMU AKAN MENYENANGKAN" :D.

22 komentar:

Post a Comment