Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Kematian yang Layak Diperjuangkan

|

Kematian yang Layak Diperjuangkan - bunuh diri Pictures, Images and PhotosSungguh dramatis kisah korban penipuan yang baru saja saya baca. Bagaikan operet drama menyedihkan diatas panggung realita kehidupan, gesekan biola yang menyayat hati ikut mengantar kepergian seseorang ke alam baka. Sungguh ironis, untuk seorang pencuri "barang antik" harus bergandengan dengan kematian. Sedangkan penipuan uang ratusan juta rupiah dan diperlihatkan dengan jelas malah mendapat proses hukum yang bertele-tele.

Apakah begitu cara pandang hukum dinegara ini, tidak sedikit orang2 miskin yang mencuri demi sesuap nasi untuk menyambung hidup. Tapi resiko yang diterima adalah kehidupan didalam penjara bahkan tak jarang dibakar hidup2.

Sungguh berbeda dengan para "pencuri" yang bermodal jas dan penampilan yang elegan. Mencuri ratusan juta atau milyaran juga santai aja. Toh, para "pencuri" ini bisa berkelit dengan pedenya karena memiliki nama besar.

Mungkin mikirnya gini :
"Kalau pencuri kecil itu pantas mati, karena tak layak menerima keadilan karena penampilannya yang tidak layak. Sedangkan para pencuri yang berpenampilan layak harus diproses dengan layak pula."

Apakah begitu seharusnya?? kalo gitu mah nyolong ayam harus pake jas nih :D. just kidding. wekkeke

Kembali mengenai judul "Kematian yang layak diperjuangkan" diatas, mungkin tergantung dari cara berpikir masing2 orang. Coba baca kutipan berita dibawah ini, kemudian berikan pendapat anda apakah payak untuk diperjuangkan.

detikcom - Senin, Februari 16

Layaknya membaca karya William Shakespeare, kisah tragis kematian Sayuti Michael seorang nasabah Bank Century yang menjadi korban penipuan produk PT Antaboga Delta Sekuritas, menceritakan kisah roman nan sedih.

Gesekan biola Sayuti di depan kantor cabang Bank Century Jambi pada hari Kamis (12/2/2009), rupanya menjadi panggung terakhirnya sebelum ia memutuskan menenggak racun dan melompat dari hotel Abadi Jambi memaksa bertemu dengan malaikat maut.

"Dia (Sayuti), memainkan lagu Tionghoa bertema kematian dengan biolanya," tutur Yulia, salah seorang nasabah Bank Century dan Antaboga saat dihubungi detikFinance, Minggu (15/2/2009).

Yulia merupakan teman dekat Sayuti yang menjadi rekan seperjuangan dalam menuntut haknya yang hilang. Menurut pengakuan Yulia, pada hari Kamis (12/2/2009), 5 orang nasabah, termasuk dirinya dan Sayuti, kembali mendatangi
kantor cabang Bank Century Jambi.

"Kami menemui sekitar 10 orang manajemen disana. Tujuan kami untuk menanyakan hak kami, uang kami yang belum juga dikembalikan oleh Bank Century," ujar Yulia.

Menurut Yulia, sembari ia membahas masalah uang mereka dengan manajemen, Sayuti tidak ikut melakukan pembicaraan. Sayuti hanya menggesek biolanya memainkan lagu-lagu bernada sedih dan bertemakan kematian.

"Tak lama dia main. Sekitar 10 menit. Saya minta dia berhenti main, karena kita sulit mendengar penjelasan dari manajemen. Awalnya dia tidak mau berhenti. Tapi akhirnya dia berhenti sendiri, lalu menangis," tutur Yulia.

Menurut Yulia, Sayuti kemudian meminta manajemen bank segera mengembalikan uangnya sambil mengeluh.

"Kok uang Rp 1.000 saja dicuri orang bisa dipenjara, ini uang ratusan juta hilang tidak dipenjara," ujar Yulia mengulangi kalimat Sayuti.

Pengakuan Yulia, Sayuti mengancam akan memilih mati jika uangnya tidak kembali. Ancaman itu ditujukan kepada manajemen bank. Namun rupanya, Yulia melanjutkan, ancaman itu tidak diindahkan oleh manajemen bank.

"Karena permintaannya tidak bisa dipenuhi oleh manajemen bank, Sayuti langsung pulang," tutur Yulia.

"Saya pikir, itu hanya gertakan saja. Tapi ternyata, itu bukan sekedar ancaman. Dini hari besoknya, dia (Sayuti) bunuh diri dengan cara meloncat dari hotel Abadi Jambi setelah sebelumnya minum racun," imbuh Yulia.

Sayuti merupakan salah seorang korban penipuan produk reksa dana Antaboga yang dipasarkan oleh Bank Century. Kerugian Sayuti diperkirakan sebesar Rp 125 juta.

17 komentar:

Post a Comment