Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Pray, Wish, and My Dream

|

Pray, Wish, and My Dream - Hari ini tepatnya tanggal 22 Des merupakan sebuah momen yang tepat untuk membuat sebuah tulisan yang menggabungkan tiga kata indah yakni Doa, Harapan, dan Impian. Tiga kata ini akan mencerminkan diriku dalam menyambut Hari Ibu dan Tahun Baru 2009. Selain itu juga untuk menuntaskan hutangku terhadap Mas Harry.

Beberapa hari yang lalu saya dapet titah dari mas Harry untuk membuat daftar keinginanku pada saat ulang tahun. Padahal ulang tahunku udah lama lewat dan juga masih lama untuk dirayakan lagi. Selain itu jg saya nda pernah make a wish saat ulang tahun ataupun momen yang dianggap penting lainnya. Karena itu lebih baik kalau saya mengarahkan titah ini sesuai dengan keadaan sekarang.

Sebenarnya saya akan merasa lebih baik jika dalam hidupku ini tidak ada harapan. Karena dengan tidak adanya harapan maka saya tidak akan membuat orang lain untuk terbebani dalam membantu menggapai harapan tersebut. Sebuah persepsi yang salah bukan?. Sebenarnya setiap orang tua tidak akan merasa terbebani dalam membantu anak2nya dalam menggapai impian, sahabat tidak akan merasa terbebani dalam membantu untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, dan lain sebagainya. Tetapi sudah sifatku yang selalu merasa berhutang budi terhadap semua kebaikkan yang telah diberikan kepadaku.

Jika dipaksakan untuk membuat sebuah harapan, maka harapanku cuma ada 1, yaitu menjadi orang yang berhasil baik dari segi materi ataupun rohani. Dengan harapan seperti ini, maka dapat menggapai semua impian yang saat ini masih belum sanggup untuk kuwujudkan........

1. Membahagiakan kedua orang tua
Orang tua mencari nafkah siang dan malam dami anak2nya tanpa pamrih walaupun tubuhnya sudah renta. Hal ini benar2 membuatku ingin menangis ketika mengingatnya. Ingin rasanya untuk menanggung beban itu, namun apa daya diriku masih belum mampu. Saat kita bertanya kepada mereka "Ayah, Ibu, bagaimana kabar kalian? sehat2 sajakan?", sebuah kalimat pendek dan hanya butuh beberapa detik untuk mengucapkannya. Tetapi bagi orang tua yang mendengar kalimat tersebut diucapkan dari mulut anaknya, akan selalu terngiang ditelinga mereka dan memberikan kebahagiaan yang tiada tara dihatinya. Namun bagiku ini tidak cukup, dengan menjadi orang yang berhasil tentunya saya dapat mengambil alih semua beban yang ditanggung mereka, agar mereka dapat menjalani hidup tanpa beban apapun baik beban materi maupun rohani.

2. Memberi sesuatu yang berarti lebih untuk para sahabatku
Yup, sahabatku. Begitu besar arti dari apa yang telah mereka berikan kepadaku. Ketika aku mengalami kesulitan materi, mereka selalu datang mengatasi masalah ini. Ketika aku terpuruk, mereka datang untuk memberi dukungan dan menarik tanganku keluar dari jurang keterpurukan itu. Ketika aku merasakan kesendirian, mereka mengajak ketempat tongkrongan untuk bisa berkumpul sekedar bersenda gurau, bercerita, mengajak untuk melihat indahnya dunia dan melepas semua beban yang ada dipundak. Karena itu, dengan menjadi orang yang berhasil saya dapat memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk persahabatan ini seperti yang mereka tanamkan dihati ini.

Hanya itu saya impianku. Saya tidak mau memikirkan hal yang lebih jauh lagi seperti Istri, anak, serta masa depannya. Karena dengan jadi orang yang berhasil baik dalam itu materi serta rohani, maka semua akan berjalan dengan semestinya.

Doaku untuk Tahun yang akan datang adalah "semoga tubuhku ga hancur" :D. Doa yang aneh ya. wekeke. Yup, karena dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya hanya berada didepan komputer bututku ini.

Disaat orang2 liburan, aku tetap duduk didepan komputer untuk bekerja. Disaat malam hari dimana orang2 sudah bersantai, aku masih saja didepan komputer. Disaat malam minggu orang2 berpacaran menghabiskan weekend yang berharga, aku tetap saja bercumbu dengan komputerku. Yang kulakukan ini demi mencapai satu kata yang kuharapkan.

Aku masih bertahan hidup hingga saat ini, tak lain demi orang tua, keluarga, dan para sahabatku. Aku hidup bukanlah untuk aku, tapi aku hidup karena mereka semua. Tanpa mereka, mungkin sudah lama aku memutuskan untuk mengakhiri hidup. Seperti yang sering diberitakan di tipi2 itu lho. :)

16 komentar:

Post a Comment