Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Modal dan Tanpa Modal

|

Modal dan Tanpa Modal - Modal dan tanpa modal adalah dua buah istilah yang saling bertolak belakang. Kedua istilah bisnis ini tidak hanya digunakan didunia nyata saja, tetapi juga digunakan didunia maya tentu dengan arti yang sama pula. Bedanya, banyak pebisnis online baru yang terjebak dalam mengartikan kata modal dan tanpa modal. Ulasan kali ini akan mengajak anda untuk menyusuri istilah ini dengan pengertian yang sebenarnya.

Ulasan ini saya buat dalam bentuk cerita ngawur agar mudah dipahami. Contoh yang diambil sebagai perbandingan adalah Toko Offline Si A dan Toko Online Si B. Si A dan Si B sama-sama belum punya pengalaman dalam hal ini (Newbie).

1. Dengan Modal
Untuk bagian ini cukup saya buat dengan bentuk tabel saja.

No.

Toko Offline

Toko Online

1.

Menyewa tukang bangunan untuk membuat bangunan

Menyewa web desainer untuk membuat situs/blog

2.

Alternatif : Membeli bangunan jadi

Alternatif : Membeli situs jadi

3.

Menyewa konsultan bisnis Offline terkait

Menyewa konsultan bisnis Online terkait

4.

Berpromosi seperti beriklan di TV, menyebar brosur, dll

Berpromosi seperti beriklan lewat adword, memasang banner/iklan disitus2 top, dll



2. Tanpa Modal
Tanpa modal disini tidak berarti 100% sama sekali tanpa apa2. Dalam berbisnis baik itu offline maupun online pasti ada sesuatu yang akan dijadikan sebagai modal minimum sebagai pendukung awal.

a. Toko Offline
Di rumah Si A terdapat bahan2 bangunan yg tidak terpakai. Agar ga mubazir Si A bermaksud untuk mendayagunakan bahan2 tsb. Si A seorang yang optimis bisa sukses dengan membangun toko offline walau ga ngerti. Pertama2 adalah membuat bangunan, dan kebetulan di halaman rumahnya terdapat tanah kosong. Si A mulai belajar dengan melihat dan bertanya pada tukang bangunan bagaimana caranya membuat sebuah bangunan.

Setelah belajar keras Si A pun selesai membuat bangunannya. Karena bingung memulainya, Si A mulai mengisi tokonya dengan cara serabutan sehingga ga ada sesuatu yang khusus dijual ditokonya. Karena baru otomatis pengunjung juga sepi, kalaupun ada pungunjung pasti langsung berlalu karena ga yakin apa yang dicari ada ditoko Si A. Tapi Si A tidak berkecil hati, dengan modal otaknya yang encer dia mulai memperhatikan toko2 ternama. Mempelajari tata cara membuat toko yang baik dan benar seperti apa, trik2 yang digunakan, dan tak lupa untuk meminta tips dari pemilik toko ternama itu.

Sedikit demi sedikit toko Si A mulai ada pengunjung. Karena sudah mulai terorganisir, toko Si A pun sudah mendapat pengunjung setia untuk berbelanja ditokonya. Lama-kelamaan Si A akhirnya sudah menuai hasil dari kerja keras yang dia lakukan dan tokonya sekarang ramai dikunjungi oleh pembeli dari manapun karena seiring perjalanan karir tokonya, Si A sudah mampu menentukan arah dan menemukan sesuatu yang unik dan dapat dijadikan sesuatu yang berguna dan berharga bagi pengunjungnya.

Demi memperkokoh tokonya, Si A pun membangun toko baru dari keuntungan yang didapatkannya. Tentunya dengan menggunakan bangunan yang sebenarnya untuk mendapat kepercayaan penuh dari pengunjung bahwa tokonya sekarang bukanlah sebuah toko asal jadi seperti toko sebelumnya yang dibuat dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

b. Toko Online
Cukup mengacu pada cerita diatas. Kata kuncinya : Si A = Si B, bahan2 bangunan = koneksi internet(misalnya dikantor) serta hosting/domain gratisan, bangunan = situs/blog, toko2 ternama, situs/blog top, bangunan sebenarnya = TLD(Top Level Domain).


Semoga dapat dijadikan sebagai panduan untuk yang akan terjun atau masih benar2 baru menginjak dunia bisnis online. Hal ini agar tidak mudah terjebak dengan banyaknya sampah diinternet yang sering menjerumuskan dalam mengartikan dunia bisnis online. Saya sendiri bukanlah orang yang berhasil dalam bisnis online bahkan hanya mengerti luarnya saja.

9 komentar:

Post a Comment