Berlangganan Artikel Via Email

Posting Terbaru

Lagi-lagi Harus Merenung...

|

Lagi-lagi Harus Merenung... - Lagi-lagi kehilangan kendali pada otakku yang berpikir kian liar dan tak tentu arah. Tekanan hidup secara bersamaan menerpa secara membabi buta dan begitu keras menghamtam batinku. Begitu lemahnya aku dalam menghadapi hidup ini.

Apakah Yang Maha Kuasa sedang menguji ketabahanku saat ini?? mungkin saja. Merenungi apa yang telah kulakukan hanya membuatku semakin terpuruk dan semakin dalam terjatuh.

Merenung mungkin hanyalah sebuah pengandaian. Pengandaian yang begitu luar biasa sehingga mampu menghidupkan batin kecilku untuk kembali kejalanNya.

Merenung mungkin hanyalah kebisuan. Kebisuan yang begitu kencangnya meneriaki telingaku akan besarnya dosa yang kulakukan.

Merenung mungkin hanyalah kebutaan hidup. Kebutaan yang terang, kebutaan yang memperlihatkan arah, kebutaan yang menuntun untuk keluar dari gelapnya kehidupan.

Akhirnya hanya terucap kata Maaf.
Sebuah kata mutiara yang paling indah.
Sebuah kata sebagai tanda menyadari kesalahan.
Sebuah kata yang selalu menjelaskan tentang arti kesabaran dan ketabahan.
Sebuah kata dengan seharusnya diucapkan dengan iringan senyuman, bukan tangisan.

Maaf atas segala kekhilafan yang telah kulakukan. Maaf karena telah melupakan satu hal ajaranMu yang begitu indah.
"Hadapilah segala terpaan hidup dengan senyuman dan ketabahan".

10 komentar:

Post a Comment